Loading...

Minggu, Januari 18, 2009

Under The Tree : Perempuan Bermasalah dalam Ruang Lahir - Mati


He.. berangkat di hari pertama pemutaran Under The Tree nya Garin jelas penasaran ma ‘bentuk’ perempuan garin terbaru. He.he. karena memang beginilah Film-Film Garin… selalu saja bercerita tentang kompleks-nya perempuan dalam setting berbagai budaya yang berbeda. Dan mungkin kalau orang-orang arab yang melihat Film-Film Garin.. mereka akan melihat Keindahan Jannah (Surga) seperti yang tergambar dalam berbagai narasi keagamaan yang selama ini mereka mengerti yang diwakili keindahan alam Indonesia ( tentu saja lengkap dengan perempuan cantiknya itu..).

Disamping itu, menonton Film Garin di Bioskop adalah barang mewah di Jogja.. karena Filmnya tidak mungkin bertahan lama pemutarannnya…. ( sepi penonton).. sedangkan kalau gak di tonton di bioskop.. Film Garin jarang yang kemudian keluar dalam bentuk CD, atau seandainya adapun sangat tidak nyaman ditonton di DVD Player di rumah…………… apalagi make layar computer.

Dalam Under The Tree muncul perempuan-perempuan bermasalah dalam bentuk kecantikannya sendiri-sendiri, dengan setting keindahan Bali. Wanita pertama Marcella Zalianti sebagai Maharani yang menggugat eksistensinya karena merasa dibuang oleh ibunya yang ‘hanya’ penari. Seorang anak adopsi yang mencari asal usulnya dalam simbol kalung ari-ari. Perempuan kedua adalah Dewi.. (Ayu Laksmi..dulu konon Roker…) yang sepanjang Film berada dalam dilema apakah akan menggugurkan atau meneruskan kehamilan bayi yang setelah uji USG di diagnose dokter bahwa bayi itu otaknya tidak terbentuk, menggugurkan atau menggugurkannya yang menjadi Film ini menarik. Dan perempuan ketiga adalah Nian.. (Nadhira Saphira), seorang anak manja, anak konglomerat yang ditahan KPK, mencari ‘identitas’ hidup..

Selain ketiga perempuan itu adalagi perempuan –perempuan lain dengan masalhnya sendir sendiri. Ada perempuan-perempuan hamil yang bekerja (dan ternyata terlibat sindikat perdagangan manusia). Ada seorang dokter perempuan yang sekaligus penari dengan problemnya. Ada seorang perempuan yang merasa terbuang karena dia berbadan gemuk dan item bernama Soka.. ( Diperankan Aryani Kiergenburg Willems ..pantas kalo dapat piala citra....). He...he. ..karakter laki-laki yang terbagun di Film ini jadi parade para laki-laki lemah , kecuali sosok yang dibawakan Ikranagara. Dwi Sasono sebagai laki-laki traumatis. Kaler seorang (Penari ?) pengantar penari dengan motor besarnya. Atau sosok polisi –polisi yang tergambar kebusukannya dengan jelas…. ( he.. belum ada Film Indonesia yang menggambarkan heroism Polisi… selalu saja tergambar Polisi yang Cacat).

Menurutku.. scene-scene dalam fragmen-fragmen yang terkadang terkesan tidak tuntas dalam bercerita (ala Film Garin) mampu membuat pesan yang dibawa Film ini menjadi banyak wajah, walaupun tetap ada pesan umum yang menjadi landasan. (Dan aku yakin masing-masing penonton akan medapat kesimpulan yang berbeda-beda..). Dalam pandangan pribadiku. Pesan terkuat dalam Film ini adalah bagaimana hubungan Ibu dengan Anaknya…………… baik dalam proses ‘menjelang’ menjadi ibu (Hamil… dalam cerita Dewi). Ketika Ibu menyerah digugat anaknya (dalam cerita Maharani)… Ketika Ibunya menjadi trauma ‘cinta’ anak laki-laki Oedipus (dalam cerita yg diperankan Dwi Sasono) … atau ketika Ibu harus menjual anaknya, harus memperjuangkan anaknya (dalam kisah maling susu), ibu yang memilih berepisah dengan anaknya ( dalam kisah Gandari Kurawa yang mejadi tema salah satu tari) atau dalam bentuk seorang anak yang tidak mendapati sosok ibu sejak kecil.. (dalam cerita Nian)…… Kesemuanya tergambar pecah-pecah bagaikan perca yang terjahit dengan gaya khas Garin…. Dan jahitan itu memilih kain dasar Alam Budaya Bali.. yang tentu saja tergambar oleh Garin dalam keindahan yang sering dibenturkan dengan artefak abad modern seperti motor besar Kaler, nyayian Dewi…
Ketika memunculkan kisah yang dibawa Ikranagara…mungkin juga Garin ingin membingkai pesan-pesannya dalam ruang manusia dimana manusia itu memulai dari kelahiran.. menjadi pelukis kehiduan (dengan mentato..) .. terus mati dalam kesiapan level tinggi untuk mati…..

0 komentar: