Loading...

Senin, Januari 19, 2009

Revolutionary Road : Egoisme Tragis Pasangan Romantis


Melihat Sampul DVD ini rasa mataku tertuju kepada pemainnya: Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet (Kayaknya lebih ke Kate Winsletnya deh :) ) Hem…. Jelas memoriku teringat dengan Ttanic, film jaman kelas 3 SMA yang kutonton dengan sangat dramatis . Kukatakan dramatis waktu itu karena Bioskop Empire 21 ( Udah Terbakar) memberlakukan antrian tiket untuk Film pada jam yang akan tayang, bukan seperti sekarang Film tayang malam bisa dibeli tiketnya siang atau sore hari. Dan karena waktu itu antrian di bisokop panjang banget….bahkan waktu itu aku nonton sama Mas Eko (He..he. gak seru banget.. mosok sama Cowok) pas sampai di depan loket, tiket tinggal 2 buah.. itupun tempat duduknya terpisah (Nah.. kalo ini tambah sengsara juga.. karena kanan kiriku semua pasangan..hik..).


Oke.. sekarang cerita ttg Film berjudul : Revolutionary Road ini (2008)

Sekali lagi, begitu melihat dua nama diatas, yang kuinginkan adalah melihat film romantis walaupun aku takut kalau berakhir seperti Titanic dimana kisah cinta yang diperankan pasangan ini berahir tragis. Aku tonton film ini ketika pulang kampung, dan waktu itu hasratku ingin berlibur, ditengah udara dingin (Dingin banget) lereng G. Perahu.. barat pasangan Sindoro-Subing.

Film ini diawalu setting Amerika Serikat tahun 1950-an, tergambar pasangan ganteng dan cantik (jelas lah...) bernama Frank Wheller dan April. Mereka mengangkat dua orang anak, Frank seorang pekerja kantor yang baik dan April seorang Ibu Rumah Tangga. Mereka tiba dalam sebuah situasi kobosanan dimana April merayu (lebih tepat ’meyakinkan’ mungkin) bahka kehidupan mereka itu harus lebih baik. April mengajukan berbagai argumentasi bahwa mereka harus pindah ke Paris untuk meninggalkan Ilusi dan menggapai kehidupan yang seharusnya.

Dialektika yang cukup cantik diperankan sepasang suami istri ini tergambar kemudian di Film ini. April ingin menjadi bintang dalam seni peran di Paris. Frank juga sudah mulai bosan. Setelah Frank sepakat untuk pindah, dan bahkan menkondisikan anak-anak mereka bahwa mereka akan pindah ke Paris. Kemudian mereka berpamitan dengan tetangga mereka Milly dan Shep Chambel. Namun ternyata ’ada sesuatu’ antara Shep Chambel kepada April. Semacam cinta lama yang terpendam.

Namun ketika siap-siap berangkat ke Paris, Frank mendapat promosi jabatan dikantornya. Polemik seru yang dimainkan mereka terjadi cukup menarik. Bagaimana Frank yang kemudian bersikeras untuk membatalkan kesepakatan pindah ke Paris dan April yang tetep mempertahankan keinginannya untuk pindah. Dalam perdebatan demi perdebatan akhirnya kata akhir mereka dimenangkan Frank. Disinilah April tergambarkan sebagai perempuan yang ’memendam ego’, demikian juga Frank. Bahkan perdebatan menjadi memuncak ketika Frank menemukan alat pengguguran kandungan di kamar mandi. Mereka berdebat tentang mengapa April memutuskan ttg tindakan itu sendiri, dan kemudian mereka berdamai.

Namun lagi-lagi langkah penyelesaian mereka tidak berujung pada penyelesaian bijak. Ketika mereka sepakat untuk melupakan masalah mereka dan mengajak pasangan Chambel ke Bar , April yang ’sedang malas’ kepada Frank meminta Frank mengantarkan Milly Chambel pulang, karena Milly mabuk. April yang begitu labil (dan karena selalu kalah berdebat dengan suaminya) kemudian curhat diakhiri dengan berdansa dengan Shep Chambel. Kemudian terjadilah ” One Night Stand” .

Besok paginya adegan paling seru dan paling menyedihkan terjadi. Perdebatan kedu suami istri ini tergambar dalam permainan karakter yang (menurutku) sempurna oleh Leonardo DiCarprio dan Kate Winslet. Mereka berdebat tentang kesetiaan, pengakuan perselngkuhan...dan akhirnya dalam emosi tinggi mereka saling berteriak, memekik bahwa sejatinya mereka tidak cinta dan saling membenci. Hem.. adegan ini cukup lama... tapi menurutku cukup menguras emosi....

Nah.. akhirnya... pemaknaan Cinta antara keduanya tergambar nyaris bisu dalam akhir Film yang diadaptasi dari novel Richard Yates ini. Frank tertidur menyesali perdebatan, termasuk April yang lari keluar rumah. Nah.. kalau di Titanic akhirnya Leonardo DiCaprio (Jack Dawson) mati tenggelam dan Kate Winslet (Rose De Witt) hidup, dalam Film ini kisah itu dibalik. Kate (April) mati karena pendarahan (mungkin) karena melakukan pengguguran kandungan sendiri...... hem.. gak ngerti ini pembuktian cinta....semacam Penyucian Diri... atau keputus asaan. Lima menit clossing film ini menjadi semacam tragedi atas nama Cinta yang manis.. (tapi tetep saja tragis .....).

He.. tak akui acting pasangan ini keren.. gak rugi aku sampe bohong ma polisi di Polres Kendal pas ngurus SIM A kemarin kalau KTP ku lupa kubawa.. dan yang kubawa hanya fotokopi-nya saja . Padahal ya buat jaminan pinjem DVD ini....

# Lima hari ini mataku bengkak, tapi bukan karena nonton film ini he.he...kata gindah kelebihan Protein ..mosok..?

http://www.revolutionaryroadmovie.com/

0 komentar: