
Nonton The Saman di bioskop adalah nonton Film ‘Horor’
Oke…. Film yg gambarnya dibuat rada coklat ini diawali dengan turunnya seorang dokter PTT bernama Ryan di bandara
Oke….terus..
Film in ceritanya terus masuk ke sebuah kampong di
Sepanjang perjalanan sejak dari bandara hingga sampai kampong yang mesti dilalui memakai mobil, bis air dan kemudian speedboad itu Ryan selalu mendapat kenampakan dari mahluk yang selalu berbisik lirih ‘tolong’. Bahkan ketika Ryan tidur di kamarnya. Alur cerita kemudian bergerak dimana Ryan yang praktek di klinik menemukan keanehan-keanehan dimana setiap penduduk yang berobat ke dukun yang bernama Azis selalu ada luka bekas operasi di pojok kanan perutnya.
Ketegangan demi ketegangan cukup berhasil di tampilkan, ada sosok dukun (mungkin suku Dayak) yang memburu korban, ada sosok kepala desa yang posesif, ada anak kepala desa yang cantik, ada dua teman Ryan yang sok
Setelah ketegangan yang berbau mistis beradu dokter yang skeptis terhadap tahayul menjadi tema konflik, cerita bernjak ke sebuah rumah yang ternyata da bungker di bawahnya. Disitulah di tengah hutan ditemukan adanya rumah yang ada computer dan jaringan internet. Singkat cerita… dukun yang bernama Azis itu ternyata mengoperasi korbannya di ruangan itu. Bahkan ada yang dibantai….termasuk salah satu teman Ryan.. Walaupun ada juga yang mati dengan mengenaskan juga seperti di tenung… mata melotot.. keluar darah….
Dan ternyata Azis itu adalah seorang dokter yang beralih pekerjaan menjadi semacam dukun yang ternyata adalah seorang pemasok jual beli organ tubuh. Disinilah kemiripan dengan The X Files sequel terakhir mirip juga. Namun yang kemudian membuatku tercengang adalah kata-kata terakhir di akhir Film ini.
“Ratusan orang hilang bla bla bla.. sebagai akibat pembunuhan sindikat jual beli organ tubuh baik di dalam negeri dan luar negeri.. dan sekarang masing berlangsung “ (Sorry.. gak mirip.. tapi intinya gitu).
Serem mbayangin kenyataannya dibanding Filmnya….

0 komentar:
Poskan Komentar