Nonton Film Andy Lau…..!
Begitu batinku sore itu, ketika berniat mencari film untuk ditonton. Film yang tadinya kutunggu sebenarnya Forbidden Kingdom, pengen ngerti gimanba bentuknya kalau Jet Li dan Jacky Chan main.
Film Tri Kingdom menarik karena memperlihatkan gambar-gambar yang indah.Adegan perkelahiannya keren. Detail Kostumnya juga keren, kostum raja, kostum tentara, kostum panglima, kostum jagoan.Semuanya Keren. Tentu saja bukan dalam cara pandang realis, dimana kostum di Film itu mewakili kejadian disaat legenda “Tri Kingdom” itu terjadi. Anggap saja sedang nonton Film ala komik Tapak Sakti….. ( Kapan yah…terakhir ketemu komik itu..).
Ceritanya, heroik. Mungkin mirip dengan cerita Aria Kamandanu di sandiwara radio Saur Sepuh jaman dulu. Dimana seorang biasa yang hebat dalam ‘olah kanuragan’, terus mendapat momentum untuk memperlihatkan kehebatan sekaligus kebaikannya di depan Raja. Dan Kemudian diangkat menjadi pejabat kerajaan, tepatnya menjadi Punggawa kerajaan yang juga memperlihatkan sebuah kesetiaan terhadap kehormatan kerajaannya.
Polemiknya mirip dengan cerita jagoan biasanya, tugas Negara, idealisme tentang perdamaian, janji untuk kembali kepada seorang wanita, perhabatan sekaligus penghianatan. Seakan.. .. inilah patron sebuah Film jagoan. Dan setiap Film jagoan.. seakan belomba untuk mendramatisir konflik itu dalam pertempuran sengit, kharisma personal dan pengorbanan…
Film ini kurang berhasil mengangkat tema antara sang jagoan dengan perempuannya. Seakan kisah pertemuan dan kemudian pengikatan janji setia antara Zhao Zilong (Andy Lau) dan perempuannya (kayaknya bernama Zhao Bao) menjadi tidak begitu penting dalam penuntasan teka-teki permasalahan yang dihadapi Zhao Zilong di akhir cerita. Seandainya eksistensi komitmen dua hati itu lebih diangkat, mungkin kisah tragis di akhir cerita (khas Film Andy Lau.. jagoannya mati di akhir cerita he..he…) tidak sekedar menginspirasi penonton tentang kepahlawanan, tentang kesetiaan teerhadap tugas, tentang hutang budi, namun juga ttg komitmen laki-laki thd perempuannya……. Jujur… di Film ini, karakter Maggie Q yang berperan menjadi Cao Ying cukup membuatku terkesima. Entah mungkin karena dia cantik ( he.he. jelas lah…) atau karena perannya sebagai sosok ‘pahlawan’ juga, yang diceritakan cerdas dalam siasat perang, jago kelahi dan yang tergambar khas.. perempuan yang kejam…..
Sempat kepikiran juga, kok sosok jagoan ceweknya ‘agak bule’ ( Maggie Q kan Cina kelahiran Amerika..yg kalo diliat ada bule bulenya…), cuman…lagi-lagi aku memang berniat menonton Film ini seperti membaca Komik Tapak Sakti.. atau Street Fighter… yang mungkin adanya karakter-karakter yang ‘subhat’ ada dalam tokoh-tokoh Film berseting Mandarin ini.
Akhirnya.., sebagai sebuah Film, film ini cukup menghibur. Gambar gambar cantik, kostum-kostum menarik. Kalau bicara ttg Inspirasi….., film ini agaknya bisa menginspirasi bahawa kesetiaan adalah segalanya. Entah itu kepada Negara, pasangan, sahabat atau bahkan ‘aturan perang’. Kehormatan adalah segalanya, dan yang terakhir menjadi pahlawan atau pengecut adalah pilihan.. bukan keterpaksaan…..


0 komentar:
Poskan Komentar