Loading...

Kamis, April 17, 2008

The Tarix Jabrix : Ketika Budiman Sujatmiko Main Film

Ma’af kalau sebenarnya pembahasan tentang Budiman Sujatmiko tidak terlalu penting dalam alur cerita film ini. Namun, terus terang aku kaget ketika ternyata di ujung Film ini sosok laki-laki ‘misteius’ yang menghinterview anak anak Changcuters adalah Budiman Sujatmiko. (Ha..ha. hebat bukan.. Budiman Sujatmiko main Film…). Siapa tahu mantan ketua PRD ini nantinya ma uterus main Film, atau malah memfilemkan kisahnya jaman ‘terlunta-lunta’ melawan Suharto dulu. Tapi bagi kalian yang masih percaya ‘doktrin hantu’ bahwa PRD adalah kelanjutan PKI tidak usah khawatir. Karena dalam Film ini Budiman tidak berpidato apapun ……

Oke…. Film yang disutradarai Iqbal rais ini menarik…. Dengan gaya cerita mirip Get Marriednya Hanung Bramantyo. (Diawal Filmnya sih tertulis Hanung Bramantyo Production). Renyah.. sederhana.. pesan sosialnya nyampe.. dan sepanjang nonton Film penonton diajak terus terusan ketawa.. (Kayaknya sekalian menertawakan diri sendiri… masa lalu.. atau kenaifan he..he..).

Sepanjang Film, penonton di studio 2 Bioskop 21 Ambarukmo Plaza malam ini memang dibuat terus ter5bahak bahak. Dalam kepalaku selalu penasaran menebak-nebak model kekonyolan apa lagi yang akan disuguhkan Film ini. Muka personil Changcuters yang dibuat culun dan ‘katrok’ seakan memang dibuat mewakili obsesi warga Negara kelas dua negeri ini, demi mengejar ‘eksistensi’ . “Kita harus eksis !” ungkap ‘Cacing’, tokoh sentral Film ini yang dimainkan lumayan bagus oleh Aria Cangcut. Lima anak SMA ‘katrok’ yang terdiri Cacing, Dadang, Bulde, Coki dan Ciko yang baik, menghormati orang tua, dan taat peraturan lalu lintas.

Pesan yang cukup mengena memang tentang Fenomena Gank Motor di Bandung. Dimana seakan melalui Film ini coba dihadirkan sebuah kritik terhadap motor Gank Motor itu bukan dengan melarangnya, namun dengan menampilkan sebuah bentuk alternatif Gank Motor dalam format karikatur. Kalau bicara ide cerita sih sepertinya mirip dengan cerita gaya film –film Benyamin S yang dengan ke ‘katrok’ annya menkritik kehidupan metropolitan, kehidupan borju, kehidupan warga Negara kelas satu negeri ini.

Selain pesan global ttg Gank Motor, film in juga mengetengahkan pesan pesan lain seperti ttg Orang Tua yang tidak mempercayai anaknya, tentang persahabatan, tentang perempuan yang bisa menjadi montir, dan juga tentang Anti narkoba.

Moment moment yang tak terlupakan bagiku adalah bagaimana karakter ‘kacau’ Joe P Project sebagai bapak posesif, adegan ketika Hanung Bramantyo (ikutan main juga) menservis motor dan ‘montir cantik’ (Francine Roosenda) menganggapnya sebagai Saiful Jamil ( ha..ha.. kacau…). Dan tentu saja di aujung Film ketika ternyata Budiman Sujatmiko ikutan main juga....

Akhirnya, kalau ingin mencari teman tetawa terbahak-bahak bersama orang se bioskop, silahkan ke pilih Film ini…. (Tadi hanya tersisa tidak lebih sepuluh kursi, dan untuk pertunjukan sebelumnya.. manajemen bioskop sempat menempelkan pengumuman bahwa Tarix Jabrix untuk jam 19.25 sudah habis, )

0 komentar: